Jumat, 13 April 2012

Indonesia-Maroko: Saudara Sedari Dulu Hingga Nanti


Hampir lima puluh satu tahun yang lalu, Indonesia dan Maroko bukanlah apa-apa. Bukan dua negara yang saling bekerjasama. Bukan pula negara yang saling bermusuhan. Indonesia dan Maroko hanyalah dua negara yang berdiri dengan kepentingannya masing-masing: Indonesia sebagai negara demokrasi yang berada di wilayah Asia Tenggara, bagian timur dari Benua Asia dan Maroko sebagai negara kerajaan yang berada di wilayah Afrika Utara, bagian barat dari Benua Afrika.
Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika-nya dan Maroko dengan Negeri Matahari Terbenam-nya, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Jarak sekitar sepertiga lingkaran dunia dan perbedaan karakteristik antara kedua negara tidak menghalangi hubungan kerjasama antara kedua negara tersebut karena sejak awal kemerdekaan kedua negara tersebut sudah mulai menjalin hubungan. Pada pertengahan abad 14 Masehi seorang musafir terkenal yang bernama Ibnu Battutah melakukan perjalanan dari Maroko menuju Mesir, India, dan akhirnya tiba di Indonesia di Kerajaan Samudera Pasai, Aceh.

Seiring dengan berjalannya waktu, kedua negara tersebut semakin mempererat hubungannya. Pada tahun 1955, Maroko ikut berperan aktif di Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat. Dan pada tanggal 2 Mei 1960 Presiden Soekarno yang merupakan presiden pertama yang berkunjung ke kota Rabat untuk bertemu dengan Raja Muhamad V, Raja Kerajaan Maroko. Kunjungan persahabatan itu mengawali hubungan bilateral antara kedua Negara. Kerjasama yang dibangun oleh Indonesia dan Maroko sampai saat ini antara lain:
  1. Bidang politik Republik Indonesia mendirikan kedutaan besar di Rabat yang pada awalnya bertempat di Agdal. Hal ini akan memperlancar hubungan bilateral antara kedua negara ini mengingat Rabat adalah pusat pemerintahan dan ibukota dari Negara Maroko. Disamping itu Kerajaan Maroko juga mendirikan
  2. Bidang pendidikan Pada setiap tahunnya, Pemerintah Maroko menawarkan 15 beasiswa kepada Indonesia melalui Departemen Agama. Dan mulai tahun 2010, Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Maroko telah menyetujui permintaan PBNU untuk memberikan beasiswa khusus untuk putra-putri PBNU sebanyak 10 hingga 15 orang setiap tahunnya untuk belajar di institusi pendidikan yang berada dibawah Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Maroko 
  3. Bidang ekonomi dan perdaganganPemerintah Indonesia dan Maroko mengupayakan nilai ekspor-impor barang perdagangan yang seimbang untuk mewujudkan nilai perdagangan kedua negara menjadi berimbang
  4. Bidang pertanian Indonesia dan Maroko menyepakati adanya kerjasama penelitian pertanian yang diarahkan untuk mengurangi kesenjangan produksi dengan meningkatkan produktivitas
  5. Bidang pariwisata Atas permintaan Presiden Soekarno, Indonesia dan Maroko sepakat untuk membebaskan visa bagi warga negara Indonesia ataupun Maroko untuk masuk ke kedua negara tersebut. Kesepakatan ini akan lebih memudahkan warga kedua negara untuk melakukan kunjungan pariwisata
  6. Bidang kebudayaan Kedua negara telah berpartisipasi aktif dalam beberapa festival seperti Festival Teatre International untuk Pemuda ke XI di Taza, Maroko dan Festival Music Internattional di Fes, Maroko

Sejarah memang tidak dapat dilupakan begitu saja. Persaudaraan yang lama dijalin oleh Indonesia dan Maroko bukanlah persaudaraan yang ada dan tidak adanya ditentukan oleh frekuensi kerjasama. Bukan pula persaudaraan yang muncul akibat kunjungan Presiden Soekarno ke Tanah Maroko puluhan tahun yang lalu. Lebih dari itu, persaudaraan kedua negara ini terjalin adalah karena adanya kesamaan latar, tujuan dan sistem pemerintahan yang memunculkan rasa pengertian dan memiliki diantara kedua negara tersebut.
Badai revolusi yang sempat memporak-porandakan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak sedikitpun menggoyahkan Kerajaan Maroko. Berbeda dengan negara-negara seperti Mesir, Aljazair, Yaman, dan juga Iran, Maroko memiliki ketahanan nasional yang lebih kuat dalam menghadapi badai revolusi yang terjadi di Timur Tengah. Tidak bisa dipungkiri bahwa konflik tersebut membawa pengaruh terhadap situasi di Maroko. Di Maroko sendiri terjadi konflik, kerusuhan, penjarahan dan demonstrasi besar-besaran seperti yang terjadi di negara Timur Tengah dan Afrika Utara lainnya. Yang membuatnya berbeda adalah sikap pemerintah dalam  mengatasi gejolak dalam  negeri tersebut yang menjadikan pergolakan politik ini tidak terjadi berlarut-larut lamanya. Sebagai negara monarki konstitusi, keluarga raja sangat menyadari bahwa warga negara Maroko memiliki hak politik agung yang harus dihormati. Hal inilah yang menyebabkan demokrasi tumbuh sangat subur di Negeri Seribu Benteng.

Sekali lagi demokrasi menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara suatu bangsa. Di dalam suatu negara demokrasi kekuasaan dipegang sepenuhnya oleh rakyat. Selain itu, warga negara bebas dalam mengemukakan pendapatnya. Dan inilah alasan utama yang menjawab pertanyaan, “Mengapa Indonesia dan Maroko adalah saudara?”. Indonesia dan Maroko merupakan negara demokrasi yang kuat. Kesamaan yang mendasari persaudaraan sepasang negara dari dua belahan bumi yang berbeda ini memunculkan kerjasama yang intens untuk membentuk kerjasama bilateral yang kokoh.
Suasana politik yang hangat diantara kedua negara menjadikan sepasang saudara dari dua belahan bumi yang berbeda ini semakin kuat dan saling melengkapi. Dengan bersatu, Indonesia dan Maroko dapat menghadapi isu-isu permasalahan global yang mulai  menjarah negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia dan Maroko. Semoga hubungan kerjasama bilateral yang telah terjalin oleh kedua negara ini dapat ditingkatkan dibidang-bidang yang lain untuk meningkatkan hubungan antarwarga atau "people to people contacts" yang menghasilkan pengertian yang makin besar diantara kedua negara.


Indonesia... Maroko…
Sahabat sedari dulu
Indonesia… Maroko…
Lahir karena nasib yang mempertemukan
Presidenku Soekarno dan Rajamu Muhamad V
…yang meniupkan terompet persaudaraan kini tlah tiada
Namun itu tak akan menghentikan langkah-langkah kecil kita untuk menata hidup kita
Tak akan menghambat kerja keras kita
Untuk mendamaikan dunia
Untuk menyelaraskan cita-cita kita
Untuk persaudaraan kita yang tak ternilai harganya

  
Indonesia Tanah Airku…
Tanah Tumpah Darahku
Indonesia kebangsaanku…
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru Indonesia bersatu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar